Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

KKL-Dr (13 Agustus 2020) dengan tema penguatan atas kesadaran dan kepedulian terhadap pencegahan wabah Covid-19 salah satunya adalah dengan rutin mencuci tangan

Gambar
https://www.instagram.com/p/CD0Hw-Ups_Q/?igshid=1usz1cuo3u2vy  

Kegiatan KKL-Dr (12 Agustus 2020) dengan tema sosialisasi tentang perbankan syariah ke masyarakat. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman yang komprehensif dan integratif dari masyarakat mengenai produk / kontrak dalam perbankan syariah. Diharapkan bahwa pelatihan yang diberikan oleh objek dedikasi akan dapat menerapkan produk / kontrak perbankan syariah dalam kehidupan ekonomi Islam. Meningkatkan efektivitas sosialisasi perbankan syariah sangat penting, untuk itu diperlukan upaya nyata. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan, perlu dilakukan perbaikan dalam mensosialisasikan perbankan syariah di masyarakat, dapat dilihat dari faktor-faktor apa yang menjadi masalah dalam meningkatkan efektivitas penyebaran perbankan syariah di masyarakat, terutama di masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat, pemimpin agama dan mahasiswa/mahasiswi yang memiliki pengetahuan tentang produk dan kontrak perbankan syariah dan mampu menerapkannya dalam kehidupan ekonomi Islam. Dewasa ini tidak sedikit para pelaku usaha dan ibu rumah tangga melakukan transaksi baik utang piutang maupun jual beli tanpa memperhatikan adanya riba. Hal tersebut dialami warga pinangsori khususnya ibu rumah tangga dalam bertransaksi. Melalui pengabdian masyarakat ini, mahasiswa psp melakukan pengamatan, wawancara dan sosialisasi  mengenai riba dan bunga bank serta solusi untuk menghindari riba . Masyarakat Indonesia perlu mengenal sistem bank syariah agar bisa terhindar dari riba. Pendekatan yang digunakan berupa pemaparan materi langsung kepada warga, memberikan pemahaman akan hukum riba pada bunga bank konvensional dan meyakinkan warga agar mau beralih menggunakan sistem yang disyariatkan Islam.Hasil pengabdian masyarakat ini adalah jamaah pinangsori menjadi lebih paham tentang riba dan jenis-jenisnya serta mulai tergerak untuk beralih dari sistem keuangan konvensional yang rentan akan riba ke sistem keuangan syariah, melalui pembukaan rekening pada bank syariah sebagai salah satu solusi dalam menghindari riba.

Gambar
 

Kegiatan KKL-Dr (11 Agustus 2020) dengan tema pendampingan masyarakat dalam menjalankan bisnis sesuai syariah Islam. bisnis syariah adalah kegiatan bisnis yang dilakukan oleh seseorang dengan berlandaskan syariat agama Islam, dimana setiap cara memperoleh dan menggunakan harta yang mereka dapatkan harus sesuai dengan aturan agama Islam (halal dan haram). Dalam bisnis syariah seseorang harus selalu mengingat dan menyerahkan semua hasil usaha yang telah dilakukan kepada Allah SWT. Dasar hukum bisnis syariah adalah Al-Qur'an, hadits, perundang-undang, perjanjian (kontrak). Qawaid fiqhiyah, dan fatwa DSN-MUI . dengan falsafah "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku, karena Allah. Bisnis syariah dijalankan baik berupa lembaga (sistem bagi hasil) ataupun perorangan (non bagi hasil) memiliki dua tujuan, yaitu memperoleh keuntungan dan non profit (sosial). Secara umum prinsip etika bisnis syariah dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Kesatuan (Tauhid) Tauhid berasal dari kata wahhada-yuwahhidu-tawhiddan, secara harfiah artinya menyatukan, mengesakan, atau mengakui bahwa sesuatu itu satu. 2. Keseimbangan (keadilan) Kadilan adalah yang sangat penting, bahkan dalam kitab Al-Qur·an kata keadilan disebutkan lebih dari 1000 kali. Dengan adanya kata keadilan dalam Al- Qur·an menjelaskan bahwa keadilan sangatlah penting bagi kehidupan manusia. 3. Tidak melakukan monopoli Kebebasan berlaku bagi semua manusia di bumi ini baik secara individu maupun kolektif. 4. Tanggungjawab Wirausahawan muslim haruslah memiliki sifat amanah atau terpercaya dan bertanggung jawab. 5. Jujur Jujur adalah kesamaan antara berita yang disampaikan dengan fakta atau fenomena yang ada. Sebelum menjadi rasul Allah, Nabi Muhammad adalah seorang guru Entrepreneur sukses dan profesional yang selalu mengutamakan kejujuran dalam hubungan transaksinya dengan semua pelanggannya. 6. Produk yang dijual halal Barang yang dijual belikan haruslah halal lagi bermanfaat bagi orang lain. Barang yang boleh diperjual belikan adalah suci dari najis, berguna, dan halal. jadi, Berbisnislah sesuai syariat islam😊semoga bermanfaat😊

Gambar
 

KKL-Dr (10 Agustus 2020) dengan tema pemberdayaan ekonomi ummat di era new normal pembuatan keripik emping. Cara membuat nya : 1. Kupas melinjo hingga bersih dan simpan terlebih dahulu melinjo selama 1 1hari 2. Santai melinjo pada wajan dan pasir yang sudah dipanaskan 3.Saat proses pengongsengan, biarkan biji melinjo berwarna hitam dan panas 4.Jika warnanya sudah menghitam, angkat dari wajan 5.Pecahkan kulit melinjo hingga terisa hanya satu biji melinjo yang bagian dalam dan berwarna putih. 6.Letakkan biji melinjo di atas talenan kemudian pukul biji tersebut menggunakan palu sampai pipih dan menjadi bentuk emping. Dingin terlebih dahulu sambil menatanya di suatu wadah. 7.Pindahkan emping ke tempat yang terkena sinar matahri secara langsung. Jika cuaca sedang cerah maka kamu bisa menjemurnya sekitar 2jam saja. 8. Jika sudah kering emping bisa di goreng dan di sajikan Di erapandemi sekarang ini adalah saat yang penting untuk menentukan perkembangan mana yang telah menghasilkan nilai secara finansial, operasional, dan menguntungkan semua pihak. Beberapa dari hal ini kemudian dapat dimasukkan ke dalam pemikiran masa depan tentang reorganisasi pekerjaan dan menciptakan kembali model bisnis.

Gambar
 

KKL-Dr (9 Agustus 2020) dengan tema etika bisnis konvensional dan etika bisnis islam. Di baca ya teman-teman . semoga bermanfaat😊😊

Gambar
 

KKL-Dr (8 Agustus 2020) dengan tema tips mengelola keuangan saat pandemi Covid-19. Dgn Cara : 1. Cek dan ketahui kondisi finansial Buat hal yang satu ini, tidak ada kata terlambat. Untuk mengetahui kondisi finansial, buat rincian pemasukan dan pengeluaranmu secara harian, lalu direkap bulanan. Dalam hal ini, kamu harus konsisten dalam mencatat setiap pemasukan, tabungan, pengeluaran, dan utang yang dimiliki.  2. Susun budget dan atur prioritas keuangan Setelah mengetahui kondisi finansialmu, tidak akan sulit untuk menyusun perencanaan budget keuangan. Selama pandemi COVID-19, penyusunan budget keuanganmu dapat dilakukan dengan penyesuaian terhadap besaran penghasilanmu selama pandemi. Setelah itu, kamu dapat menyusun pos prioritas keuangan untuk kebutuhan hidup seperti kebutuhan makanan sehari-hari, membayar utang, serta membayar tagihan bulanan (listrik, air, atau biaya sewa tempat tinggal). Usahakan tidak mengeluarkan isi dompetmu untuk pengeluaran yang kurang penting, apalagi tidak masuk dalam pos prioritasmu ya.. 3. Dana Darurat Hal yang satu ini menjadi pembahasan hangat akhir-akhir ini. Seperti namanya, dana darurat merupakan simpanan yang dapat digunakan pada kondisi darurat atau mendesak. Dana darurat bisa menjadi penolong di kala sakit, mengalami kecelakaan, terkena PHK, serta mencegah kita dari utang. Idealnya dana darurat yang dimiliki bila kamu single adalah 3 – 6 kali lipat dari pengeluaran bulananmu. Sedangkan, bagi yang sudah berumah tangga, idealnya kamu memiliki dana darurat sebesar 12 kali lipat dari pengeluaran bulananmu. Untuk mengumpulkannya kamu dapat menyisihkan gaji, dan mencari pekerjaan tambahan atau freelance. Jangka waktu pengumpulan dana ini sifatnya fleksibel pada setiap orang, artinya tidak ada angka pasti dan bergantung pada komitmen awal masing-masing individu. Bagi Kawan PRIMA yang kini terpaksa kehilangan penghasilan, bisa memanfaatkan dana darurat untuk mencukupi kebutuhan biaya hidup sembari mencari sumber penghasilan baru. Nah, itu tadi tips mengatur keuangan di tengah Pandemi COVID-19. Meski kondisi saat ini sedang tidak normal, pastikan keuanganmu tetap terkendali dengan baik, utamanya untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Gambar
  https://www.instagram.com/p/CDoZdCHhOlz/?igshid=1ku9ccx4wp5yp

KKL-Dr (7 Agustus 2020) dengan tema sosialisasi tentang perbankan syariah. Perbankan Syariah atau Islamic Banking dalam istilah Internasional, merupakan sistem Bank yang dilaksanakan sesuai dengan nilai moral dan prinsip-prinsip syariah Islam. Yang berkaitan dengan pelanggaran praktik riba, kegiatan yang tidak berdasarkan kenyataan (maitsir), dan ketidakjelasan (gharar). perbankan syariah itu memiliki 2 (fungsi), yaitu fungsi bisnis (tijarah) dan fungsi sosial (tabarruk). Jadi aktivitas yang dijalani tidak hanya mencari keuntungan bisnis semata, melainkan juga menganut nilai-nilai tanggung jawab sosial yang tinggi. Kedua fungsi ini tentu tidak dimiliki oleh perbankan lainnya yang masih konvesional. Kedua fungsi ini menunjukkan jika perbankan syariah itu memiliki kemampuan akselerasi yang lebih dari hanya sekedar bank yang hanya melakukan fungsi bisnisnya saja. Terkait 2 (dua) fungsi di atas, maka akad atau transaksi dalam pembiayaan syariah memiliki 2 (dua) skema, yaitu tijarah dan tabarruk. Akad tijarah merupakan akad  yang dilakukan untuk tujuan komersil dengan orientasi profit, yaitu akad yang ditujukan untuk memperoleh keuntungan. Sedangkan akad tabarruk adalah akad yang mengadung perjanjian dengan tujuan tolong-menolong, tanpa adanya syarat imbalan keuntungan materi apapun dari pihak lain. Imbalan yang diharapkan hanyalah dari Allah SWT. Pola  dalam akad tabarruk ini dapat berupa pinjaman murni maupun hibah. Penerima tabarruk hanya ditujukan pada golongan yang memiliki karakteristik khusus. Namun saat ini, pemahaman, pengetahuan dan keuntungan akan produk-produk dan layanan keuangan syariah pada bank syariah perlu adanya sosialisasi, edukasi dan perhatian dari stakeholder seperti pemerintah, akademisi, ulama dan praktisi perbankan itu sendiri, khususnya kepada publik. Sosialisasi dan edukasi ini saya pikir memang sangat penting, karena selama ini umumnya masyarakat Indonesia, terutama nasabah Bank Syariah hanya sekedar mengetahui konversi ke syariah lebih bagus. Pasalnya tabungan semakin terjamin halal lantaran keuntungannya sudah sistem bagi hasil, bukan bunga lagi seperti sistem konvensional.

Gambar
https://www.instagram.com/p/CDlvQ0ZDCE7/?igshid=rk5wtb9gdff0  

KKL-Dr (6 Agustus 2020) dengan tema pendidikan serta dakwah keagamaan Islam dengan memanfaatkan berbagai media sosial. Salah satu nya sholat sunnah yang di anjurkan Allah SWT kepada hamba-Nya melalui Nabi muhammad SAW yaitu melaksanakan sholat Dhuha. Salah satu keutamaan sholat Dhuha adalah mampu memperlancar turunnya rezeki dari Allah. Ya, selain terus berikhtiar dan berusaha semaksimal mungkin. Sholat Dhuha merupakan salah satu cara yang efektif bagi kita untuk mendapatkan limpahan rahmat, rezeki dan dicukupkan hartanya. Pengerjaan sholat Dhuha memiliki manfaat serta keutamaan yang luar biasa jika rutin dikerjakan. Pengerjaan sholat Dhuha dikerjakan minimal 2 rakaat dan bisa dikerjakan maksimal 12 rakaat. Setiap 2 rakaat sholat Dhuha diakhiri dengan satu salam. Lantas, sholat Dhuha bisa dilaksanakan sejak Matahari naik hingga condong ke barat, sekira pukul 7 pagi hingga pukul 11 siang. Di Indonesia, waktu sholat Dhuha ini terbentang selama beberapa jam sejak 20 menit setelah Matahari terbit, hingga 15 menit sebelum masuk waktu Dzuhur. Waktu yang lebih utama adalah seperempat siang.

Gambar
https://www.instagram.com/p/CDiszkfDymq/?igshid=vjqiaklcsf40

KKL-Dr (5 Agustus 2020) dengan tema Relasi Agama dan Kesehatan (Sains) Dengan Tepat. Rumusan relasi agama dan sains sepanjang sejarah hingga hari ini tidak pernah memuaskan, baik di Barat maupun di Timur. Hingga hari ini keduanya masih terus bertarung dalam ruang pengaruh dan daya magis. Dalam peradaban Barat, terlalu banyak contoh orang-orang yang berilmu mengalami kekerasan. Socrates pada 15 Februari 399 SM dihukum mati karena gagasas-gagasannya dianggap meracuni generasi muda. Dalam sejarah, hukuman mati terhadap Socrates menjadi simbol bagi kemenangan mitos dan ”agama” atas ilmu pengetahuan. Ulama-ulama yang menyajikan gagasan-gagasan ilmiah dan mencoba menghubungkan ilmu-ilmu agama dan ilmu alam dimusuhi dan dianggap sesat. Ibnu Katsir yang sebenarnya tidak terlalu liberal, konon pernah dipersekusi oleh orang-orang yang berbeda mazhab. Rumahnya bahkan dilempari batu hingga membentuk gundukan mirip bukit. Para filsuf dianggap sesat. Persekusi-persekusi hingga pembunuhan kerap terjadi. Secara terpisah, Hulagu Khan dari Mongol menyerang Bagdad pada 1258 membunuh semua ulama dan karya-karya penting mereka.Relasi agama dan sains dicoba diintegrasikan dengan cara sedemikian rupa sehingga keduanya saling menopang. Kalimat paling pas dikemukakan oleh Albert Einstein, ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh. Dalam buku The Mind of God, Paul Davies menyatakan ilmu pengetahuan tanpa Tuhan kehilangan misteri. Davies dan kita semua menyadari bahwa kita hanyalah debu-debu sangat kecil di samudra kosmos atau semesta raya. Harus diakui, melesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi telah melahirkan para ateis. menurut Ziauddin Sardar, intelektual Islam asal Pakistan, nilai-nilai agama sangat dibutuhkan untuk memberi bobot nilai pada sains dan teknologi sehingga penerapannya lebih arif dan spiritual. Tauhid harus menjadi matriks dalam pengembangan dan penerapannya. Setiap upaya moderasi dan sinergi antara agama dan sains tidak selamanya mulus. Di setiap agama ada ketegangan antara keduanya. Segi-segi teknis penerapan sains dan teknologi tak jarang tampak berbenturan dengan nilai-nilai agama.

Gambar
https://www.instagram.com/p/CDgvZ8Gju88/?igshid=c3lyhibfu9n9

KKL-Dr (4 Agustus 2020) dengan tema MODERASI BERAGAMA. Moderasi beragama itu adalah meyakini secara absolut ajaran agama yang kita yakini dan memberikan ruang terhadap agama yang diyakini oleh orang lain, dan juga bahwa dalam kehidupan masyarakat plural dan multikultural seperti Indonesia moderasi harus dipahami sebagai komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan dimana setiap warga masyarakat apapun suku, etnis, budaya, agama dan pilihan politiknya harus mau saling mendengarkan satu sama lain serta saling belajar melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan diantara masyarakat khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah. Keragaman di Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan bangsa. Dasar negara inilah yang mempersatukan keberagaman tadi, termasuk keberagaman dalam memeluk agama dan dalam mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. pada dasarnya semua agama mengajarkan moderasi. Tuhan menurunkan agama melalui nabi untuk menjaga harkat dan martabat manusia yang harus dilindungi sesuai konteks kemanusiaan. Indonesia memang bukan negara Islam. Namun, Indonesia mengakui adanya enam agama dan memberi hak kepada setiap pemeluknya melaksanakan ibadah dan ajarannya. Jadi, Indonesia pada dasarnya, memegang moderasi beragama sejak dulu. Jadi dapat kita simpulkan, Moderasi bagi Kita tidak sebatas dalam beragama, tapi lebih luas karena dapat menyentuh berbagai aspek, termasuk pengayoman dan pelayanan umat beragama. Termasuk keseimbangan dalam merangkul pihak yang selama ini terperosok dalam radikalisme, terorisme, dan ekstremisme.

Gambar
https://www.instagram.com/p/CDdHg94Dkf-/?igshid=1bqgs2j8alupu

Kegiatan KKL-Dr (2 Agustus 2020) mengadakan pengajian anak-anak di rumah setelah melakukan sholat magrib berjama'ah. Disini saya mengarahkan dan memotivasi mereka agar tetap terus belajar dan mengingat penting nya ilmu agama bagi umat islam karena kita berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadist. Dari Mu’adz Al-Juhani, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca Alquran dan mengamalkannya apa yang terkandung di dalamnya, maka kedua orangtuanya akan dikenakan mahkota pada hari Kiamat yang cahayanya melebihi cahaya matahari seandainya ada di dalam rumah-rumah kalian di dunia ini, maka bagaimanakah perkiraanmu mengenai orang yang mengamalkannya?” (HR. Ahmad). Anak yang membaca dan mengamalkan Alquran, maka orangtuanya akan dikenakan mahkota pada hari Kiamat. Dimana cahayanya melebihi sinar matahari, seandainya matahari itu berada di dalam rumah kita, maka tidak dapat dibayangkan betapa terangnya cahaya tersebut. Jika orangtua pembaca Alquran akan mendapatkan pahala seperti itu, maka tidak dapat dibayangkan bagaimana pahala pembaca itu sendiri. Tentu akan memproleh derajat yang lebih tinggi. Adanya matahari di rumah dalam hadits di atas menunjukkan maksud yang sangat halus, bahwa jika matahari begitu dekat, tentu cahayanya semakin terasa, dan setiap sesuatu yang selalu ada di dekat kita akan menumbuhkan kecintaan kita terhadapnya. Jaraknya yang jauh menjadi asing bagi kita. Namun jika setiap saat selau di dekat kita, timbullah keakraban dan kecintaan. Oleh sebab itu, selain ada isyarat keutamaan cahaya mahkota juga ada isyarat tentang kecintaan. Setiap orang mendapatkan manfaat dari sinar matahari, namun jika manfaat itu diberikan kepada seseorang, tentulah hal itu merupakan kebanggaan bagi pemberinya. Hakim meriwayatkan dari Buraidah r.a. bahwa Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca Alquran dan mengamalkannya, maka akan dipakaikan kepadanya sebuah mahkota yang terbuat dari nur. Dan kedua orangtuanya akan dipakaikan dua pasang pakaian yang indah tiada bandingnya di dunia ini. Orangtuanya akan bertanya kepada Allah, “Ya Allah, mengapa kami diperlakukan seperti ini?” Jawab Allah, “Ini adalah pahala bacaan Alquran anakmu.”

Gambar
https://www.instagram.com/p/CDYthXfj1XZ/?igshid=120ay7veyyjy0